Oleh-oleh Phuket, Setelah Lulus Kuliah?


Sidang skripsi bulan Agustus 2017 kemaren menyisakan kebahagiaan sekaligus kegabutan. Anak kos Nangor yang semula sok sibuk parrrrrah karena nyekrip ini tiba-tiba hilang arah setelah merampungkan tugas akhir. Lega sih udah lulus. Tapi? No more uang bulanan, uang kecantikan, uang sandang, pangan, dan papan dari Pun Biang. Semua lenyap selepas sidang. Padahal waktu itu wisuda masih 3 bulan lagi, ijazah belom keluar karena revisi belom kelar, ngelamar kerja gak bisa pake abstrak skripsi kan ya. Lelah, gelisah, tapi gak boleh nyerah.

Allah bersama orang yang sabar. Muhun, eta teh leres pisan!. Mungkin karena kesabaran ini pula, seorang balad semasa kuliah yang dulu kita jadi anak radio kampus bareng, memberi peluang untuk ku menjadi tour leader di sebuah travel agent di Tangerang. Freelancer lho ini, bukan full-time employee. Jadi pihak travel hanya akan calling kita saat mereka perlu tambahan orang untuk jadi tour leader aja. Dan kita juga gak punya kewajiban untuk stay in the office. Intinya, kita kerja hanya cus-cus berangkaaaat.




Phuket, Thailand menjadi destinasi pertama kita dengan total 58 peserta. Aku dan balad ku, Citra kebingungan setengah metong saat kita berdua ditambah 1 atasan kita harus guiding peserta sebanyak itu. Itu pesertanya "orang" lho. Yang bukan hanya bisa menikmati liburan, tapi juga bisa komplen karena kecapean. Yang bukan hanya bisa ngasih pujian, tapi juga bisa melontarkan kebencian. Pokoknya 58 peserta itu, 58 karakter, 58 kemauan, dan 58 kerewelan yang berbeda-beda. Tapi, what goes around, comes around kan yah? Jadi selama kita baik, mereka baik juga insyaAllah sama kita.

Honestly, it was my very first trip to Phuket. Meskipun sebelumnya aku pernah ke kota lain di Thailand yaitu Bangkok, tapi Bangkok & Phuket ini adalah dua kota yang sangat berbeda. Bangkok lebih kayak surga buat mall, street foods, belanja barang unik murah juga branded, dan banyak tempat hits gitu. Secara dia capital city-nya Thailand kan. Nah kalo Phuket, let's say dia itu Bali-nya Thailand. Surganya water sports, pantai, seafood, beach clubs, dan banyak bule gemey. Jadi intinya membawa 58 peserta ke Phuket itu riweuhnya got me like......... seneng banget. And also chalenging.




Perjalanan pulang pergi Jakarta-Phuket penuh dengan suka & duka. Waktu itu kita gak pake direct flight, jadi pas cus ke Phuket, kita transit di Kuala Lumpur. Dan pas pulang ke Jakarta, kita euntreup dulu di Singapore Changi Airport. Banyak banget drama yang kita lewati, mulai dari henpun ilang pas transit di Changi, ada anak yang kejang parah karena demam. Dapet juga pengalaman indah ketemu Thai People yang super ramah, nikmatin keindahan pantai disana, sampe beli Pond's Magic Powder dengan harga cuma 33 baht atau sama dengan 14 ribu rupiah yang ternyata lagi hits di Indonesia. Tau gitu beli banyak, AH. 

But anyway the thing is, "liburan" dan "nemenin orang liburan" itu beda banget. Dan sebenernya banyak cerita-drama-detail yang ingin ku share on my next post. Sorry for the unfaedah story ini. But sharing is caring, rite? Catch y guys later!!! <3 

Komentar

Postingan Populer