2 Januari 2020: "Kepakkan Sayapmu! Jangan usik kawanan lain!"




"Kok gitu sih? Enggak gini aja? Kenapa kayak gitu sih? Kan mestinya gini.... dst".


Terkadang, kita lupa bahwa milyaran manusia di muka bumi, memiliki milyaran cara yang berbeda untuk menikmati skenario hidupnya sendiri. Terkadang, kita terlalu sibuk untuk menyeragamkan standar kebahagiaan yang tunggal, untuk manusia yang angkanya justru ribuan, jutaan, bahkan milyaran. Dan ketika kita terlelap pada persepsi tunggal mengenai kebahagiaan itu, maka bangunlah.

Siapkan kedua mata & telinga, hati & pikiran, jiwa & raga untuk menerima fakta bahwa manusia itu tidak sama. Kita terlahir dari rahim yang berbeda. Disentuh & dibentuk dalam lingkungan yang berlainan pula. Cacian & pujian yang kita terima juga kita sikapi secara berbeda. Maka terlalu egois jika kita mencoba mengoperasikan rumus kebahagiaan yang kita punya, ke dalam hidup orang lain. Terlebih jika kita menghakimi orang tersebut dengan segala perjuangan hidup yang ia punya.

Memang, dibutuhkan hati yang besar untuk menerima fakta bahwa kita adalah makhluk yang berbeda. Karena sebagai manusia, pada dasarnya kita memang cenderung lebih reaktif saat dihadapkan pada hal-hal baru yang bertolak belakang dengan keyakinan yang telah lama ada di dalam diri kita. Kita akan menemui banyak hal yang tidak logis, memang. Tetapi, alih-alih mengusik & mempertanyakannya, cukup hargai saja segala kebaikan yang timbul di luar itu semua.

Percayalah. Ketika kita dapat melihat orang lain sebagai makhluk yang berbeda dengan kita, maka yakinlah. Kita akan dengan mudah menjadi seorang pendengar yang baik. Rumah kita akan terasa jauh lebih damai. Lingkungan kerja kita akan terasa lebih bersih. Pun, ketika kita dihadapkan pada perbedaan pendapat yang berujung pada perpisahan, kita akan menerima nya sebagai bentuk konsekuensi dari keberagaman cara pandang. Kita akan menjadikan perbedaan sebagai suatu hal yang unik, dan layak untuk dilirik. Keuntungannya? Dunia kita menjadi lebih luas. Tak lagi hanya seukuran kotak tissue bekas.

Dengan mendengar, kita tak akan lagi mempermasalahkan hidup orang lain. Dan perlahan akan mulai fokus pada hidup kita sendiri. Jadi lebih produktif? Jelas. Karena dengan mendengar, jendela pikiran kita akan lebih terbuka. Dan persepsi yang semula berada di dalam ruang sempit itu, perlahan akan mulai bergerak ke ruang luas yang lebih terbuka. Dan sosok small-minded person itu, akan mulai lenyap.

Cintai diri sendiri secara bebas dengan cara apa pun. Tapi jangan gunakan kebebasan tersebut untuk mengusik hidup orang lain.


"Kepakkan sayapmu! Tapi jangan kau usik kawanan lain!"

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer